Minggu, 28 Oktober 2012

PEKERJAAN SOSIAL SEBAGAI SUATU PROFESI DAN KARIR


PEKERJAAN SOSIAL SEBAGAI SUATU PROFESI DAN KARIR


SEJARAH SINGKAT PEKERJAAN SOSIAL

    Perantara kesejahteraan sosial pertama dimulai pada awal tahun 1800 dengan usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia yang bertempat tinggal di perkotaan. Ilustrasi dari organisasi kesejahteraan sosial pertama adalah Masyarakat untuk Pencegahan Kemiskinan, ditemukan oleh John Griscom pada tahun 1820. Tujuan masyarakat ini adalah untuk menyelidiki kebiasaan dan kehidupan sehari-hari  orang miskin, untuk mengusulkan rencana-rencana agar orang-orang miskin dapat membantu mereka sendiri dan mendorong orang-orang miskin untuk menghemat dan berhemat.
     Pada akhir setengah tahun 1800-an, sejumlah besar perantara pertolongan pribadi telah didirikan di kota-kota besar untuk membantu orang yang yang tidak bekerja, miskin, sakit, orang-orang yang memiliki ketidakmampuan fisik dan mental, dan anak-anak yatim. Mulai di Buffalo, New York, pada tahun 1877, Charity Organization Society (COS) dengan cepat diangkat di kota-kota. Dalam COS, perantara pribadi bergabung bersama untuk menyediakan pelayanan pusat untuk individu dan keluarga, serta merencanakan dan mengkoordinasikan usaha perantara pribadi untuk memberantas masalah-masalah sosial kota-kota yang menekan.
   Richard Cabot memperkenalkan pekerjaan sosial kedokteran di Rumah Sakit Umum Massachuetts pada tahun 1905. Secara berangsur-angsur, pekerja sosial dipekerjakan di sekolah, pengadilan, klinik bimbingan anakdan lainnya. Sepanjang abad ke-20, telah tumbuh kesadaranoleh papan perantara sosial dan masyarakat umum yang secara profesional melatih para pekerja sosial dibutuhkan untuk menyediakan pelayanan sosial dengan kompeten. Pada tahun 1955, Persatuan Nasional Pekerja Sosial dibentuk, yang mewakili profesi pekerjaan sosial di negara ini. Tujuan dari persatuan ini adalah untuk memperbaiki keadaan sosial di masyarakat dan meningkatkan kualitas dan keefektifan dalam praktek pekerjaan sosial. Persatuan ini mempublikasikan beberapa jurnal profesional yang sebagian besar mengemukakan pekerjaan sosial juga daftar lowongan pekerjaan di seluruh negara.

PROFESI BERKEAHLIAN GANDA 

        Pekerjaan sosial adalah kegiatan professional dalam membantu individu, kelompok, keluarga, organisasi dan komunitas untuk meningkatkan atau mengembalikan kapasitas mereka terhadap keberfungsian sosial dan untuk meciptakan kondisi masyarakat sesuai dengan tujuan mereka.
        Seorang pekerja sosial butuh pelatihan dan keahlian dalam area yang luas untuk menangani masalah-masalah individu, kelompok, keluarga, organisasi, dan komunitas yang lebih besar secara efektif. Pekerja sosial dilatih untuk menangani masalah sosial yang umum dan pribadi. Keahian-keahlian yang dibutuhkan termasuk pembangunan hubungan dengan klien, wawancara, pemecahan masalah, dan hal-hal yang berkaitan dengan organisasi.pekerja sosial juga harus memiliki keahlian meneliti, perkembangan dan penyumbangan program, dan pengetahuan tentang bagaimana menangani isu-isu legal.
       Keahlian yang paling penting adalah pekerja sosial membutuhkan kemampuan untuk menasihati klien dengan efektif. Bagi yang tidak dapat melakukannya, tidak dapat bekerja di pekerjaan sosial. Keahlian kedua yang paling penting adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan kelompok lain. Pekerja sosial juga membutuhkan persepsi yang akurat dari kekuatan dan kelemahan profesionalnya.

PELATIHAN MIKRO, MEZZO, DAN MAKRO

·      Mikro : bekerja dengan individu
·      Mezzo: bekerja dengan keluarga dan kelompok kecil lainnya
·      Makro: bekerja dengan organisasi dan komunitas atau mencari perubahan dalam UU dan peraturan sosial

Kegiatan spesifik diselenggarakan oleh para pekerja, termasuk :
1.    Social Casework (Pekerjaan Perkara Sosial)
Pekerjaan perkara sosial mencakup macam-macam kegiatan, seperti membantu orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan untuk memperoleh pekerjaan, menempatkaganyan anak-anak terlantar di panti asuhan, menyediakan pelayanan perlindungan untuk anak-anak yang mendapatkan penyiksaan dan keluarganya, membantu para pecandu alkohol untuk menyatakan bahwa mereka mempunyai masalah minum.
2.    Case Management (Manajemen Perkara)
Tujuan dari manajemen perkara hampir sama dengan pekerja kasus sosial, yaitu menyediakan nasihat-nasihat, menerima klien untuk membuat kepastian mereka mengikuti peraturan masa percobaan, menghubungkan klien dan keluarganya dengan pelayanan yang dibutuhkan, menyiapkan laporan pengadilan, dan memberikan kesaksian di pengadilan.
3.    Group Work (Kerja Kelompok)
Kerja kelompok memfasilitasi intelektual-intelektual, emosional, dan perkembangan sosial individu melaluui kegiatan kelompok.
4.    Group Therapy (Terapi Kelompok)
Terapi kelompok bertujuan memfasilitasi sosial, tingkah laku, dan penyesuaian emosional individu melalui proses kelompok.
5.    Family Therapy (Terapi Keluarga)
Terapi keluarga merupakan suatu jenis terapi kelompok yang bertujuan membantu keluarga dengan masalah interaksional, tingkah laku, dan masalah emosional.
6.    Community Organization (Organisasi Komunitas)
Organisasi komunitas bertujuan mendorong dan membantu komunitas local untuk melakukan evaluasi, perencanaan, dan mengkoordinat usaha-usaha untuk menyediakan kebutuhan kesehatan, kesejahteraan, dan rekreasi komunitas.
7.    Administration (Administrasi)
Fungsi administrasi meliputi perantara pengaturab dan objektif program, menganalisis keadaan sosial dalam komunitas, membuat keputusan yang berhubungan dengan pelayanan apa yang akan disediakan, mengupahi dan mengawasi anggota staf, mengatur struktur organisasi, mengadministrasi urusan keuangan, dan menyumbangkan dana untuk operasi perantara. Selain itu, administrasi juga mengkoordinasi usaha-usaha untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

MODEL PENGOBATAN DAN SISTEM UNTUK TINGKAH LAKU MANUSIA

      Dari tahun 1920 hingga 1960, kebanyakan program pekerjaan sosial menggunakan pendekatan model-pengobatan untuk menilai dan mengubah tingkah laku manusia. Pendekatan ini dikembangkan oleh Sigmund Freud. Pendekatan ini memandang klien sebagai pasien. Tugasnya untuk mengenal penyebab-penyebab masalah pasien, kemudian menyediakan pengobatan.
Pada tahun 1960, pekerjaan sosial telah menggunakan pendekatan sistem dalam menilai tingkah laku manusia. Pekerja sosial sekarang dilatih untuk mempunyai perspektif sistem dalam pekerjaannya dengan individu, keluarga, kelompok, organisasi, dan komunitas. Konsep dari teori sistem umum adalah keutuhan, hubungan, dan homeostasis. Konsep dari keutuhan memiliki arti bahwa objek-objek atau elemen-elemen dalam system menghasilkan suatu kesatuan yang lebih besar daripada jumlah bagian-bagian yang terpisah. Konsep dari hubungan menyatakan bahwa perpolaan dan penstrukturan pada elemen-elemen dalam sebuah sistem adalah sama pentingnya dengan elemen-elemenna sendiri. Konsep hemoestasis mengusulkan bahwa kebanyakan sistem-sistem kehidupan mencari keseimbangan untuk memelihara dan menjaga sistem.

MODEL EKOLOGIS TINGKAH LAKU MANUSIA

       Model ekologis menyelidiki kedua factor internal dan eksternal. Model tersebut tidak memandang sebagai reaktor yang pasif seperti lingkungannya, tetapi lebih dinamis dan berbanding terbalik dengan lingkungannya. Model ekologis memandang individu, keluarga, dan kelompok kecil memiliki masalah dan kebutuhan peralihan ketika mereka berpindah dari satu tingkat kehidupan ke tingkat lainnya. Individu menghadapi banyak perubahan ketika mereka tumbuh lebih tua. Keluargapun mengalami peralihan pengalaman, seperti pertunangan, pernikahan, kelahiran anak, menjadi orang tua, anak baru sekolah, anak meninggalkan rumah, dan kematian orang tua. Kelompok kecilpun memiliki bentuk peralihan perkembangan. Pemusatan kesadaran model ekologis adalah untuk memberi tahu masalah dan kebutuhan peralihan individu, keluarga, dan kelompok kecil.

TUJUAN PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL  

Tujuan dari praktek pekerjaan sosial adalah:
1.    Meningkatkan pemecahan masalah, pengatasan masalah, dan masalah kapasitas perkembangan manusia.
2.  Menghubungkan manusia dengan sistem-sistem yang menyediakan mereka dengan sumber-sumber, pelayanan, dan kesempatan-kesempatan.
3.  Meningkatkan keaktifan dan operasi ramah sistem-sistem yang menyediakan manusia dengan sumber-sumber dan pelayanan-pelayanan.
4.    Mengembangkan dan memperbaiki peraturan sosial.
5.    Memajukan manusia dan komunitas.

PERSPEKTIF KEKUATAN DAN PENGUASAAN

        Pekerjaan sosial menegaskan penguasaan dan perspektif kekuatan dalam bekerja dengan individu, kelompok, keluarga, organisasi, dan komunitas. Sangatlah penting sekali sekarang ini bahwa para pekerja sosial memiliki perspektif internasional selama kita sidup di komunitas global. Penting bahwa para pekerja sosial, meliputi kekuatan klien-klien dalam proses penilaian. Dalam bekerja sama dengan klien, pekerja sosial fikus terhadap kekuatan-kekuatan dan sumber-sumber klien untuk membantu mereka memecahkan berbagai masalah. Untuk memanfaatkan kekuatan klien secara efektif, para pekerja sosial harus menegenali kekuatan-kekuatan tersebut.

LATAR PEKERJAAN DAN KESEMPATAN DALAM PEKERJAAN SOSIAL

         Macam-macam latar pekerjaan tersedia untuk para pekerja sosial, termasuk perlindungan perkembangan, adopsi, masa percobaan dan pembebasan, asisten umum, pemberian nasihat, pelayanan untuk orang tua tunggal, pelayanan day-care, pelayanan sekolah sosial, pelayanan untuk veteran, pelayanan rekreasi seperti pramuka pandu dan program YWCA, pelayanan sosial dalam rumah sakit pengobatan atau mental, program anti-kemiskinan, penyumbangan dana, aksi sosial, pelayanan keluarga berencana, dan pelayanan-pelayanan lainnya. Selain itu, ada pula kesempatan kerja untuk mereka yang memiliki pengalaman dan pelatihan professional yang telah maju dalam perencanaan sosial, organisasi komunitas, konsultasi, supervise, pengajaran, dan administrasi.
               
PRAKTEK PRIBADI PEKERJAAN SOSIAL

    Para pekerja sosial diperbolehkan untuk melakukan praktek pribadi untuk bekerja seharian penuh untuk sebuah perantara. Atau individu dapat bekerja seharian penuh dalam praktek pribadi. Pada rencana lain, para pekerja sosial dapat dipekerjakan oleh sebuah klinik pribadi yang dimiliki oleh seorang ahli jiwa atau psikiater untuk menyediakan terapi terhadap individu dan kelompok.

PEKERJA SOSIAL INTERNASIONAL

     Pekerjaan sosial sekarang ini merupakan profesi dunia. Profesi ini diselenggarakan di Great Britain, Kanada, Amerika, India, dan sejumlah negara-negara lainnya. Berbagai krisis dan masalah dialami oleh satu negara yang kemudian mempengaruhi negara lain. Pelajaran dari pekerjaan sosial internasional dan kesejahteraan sosial sekarang ini merupakan suatu kepentingan yang menggerakkan kita melewati banyak rintangan dan mengizinkan kita semua untuk menjadi lebih baik dalam komunitas dunia yang kooperatif.

KESADARAN DIRI DAN IDENTITAS PERKEMBANGAN

          Ketika melatih murid-murid pekerja sosial, para pendidik menemukan bahwa murid-murid yang dapat memberi nasihat yang terbaik kepada orang lain adalah mereka yang mengenali dirinya sendiri, yaitu mereka memiliki kesadaran diri yang tinggi. Seorang penasihat harus cerdik dalam memperhatikan apa yang klien sedang pikirkan dan rasakan. Untuk menjadi cerdik, penasihat harus dapat menempatkan dirinya dalam situasi klien dan menentukan apa yang benar-benar klien sedang rasakan dan pikirkan. Kecuali jika penasihat memiliki tingkat kesadaran diri yang tinggi, dia sangat tidak mungkin untuk bisa merasakan apa yang orang lain rasakan dan pikirkan
      Pembentukan identitas adalah suatu proses untuk menentukan siapa dirinya dan apa yang diinginkannya di luar kehidupannya. Perkembangan identitas adalah proses yang sangat lama. Untuk mengembangkan identitas yang sukses, seseorang harus berpengalaman dalam kedua cinta dan harga, terutama pada masa anak-anak. Apabila hanya berpengalaman pada salah satu dari keduanya, maka identitas akan mengalami kegagalan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar